Banner
Lamandau

Hari Pertama Pembagian BLSM di Nanga Bulik Sepi

Tuesday, 09 July 2013 19:32

Share

NANGA BULIK, PPOST

Hari pertama pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di kantor pos Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Senin (8/7) terlihat sepi.

Dari pantauan, kemarin, puluhan kursi antrean yang disediakan panitia pembagian tampak lengang sejak pagi hingga siang. Hanya beberapa warga penerima tampak bergantian datang untuk mengambil BLSM, beberapa saat dilayani, mereka sudah bisa menerima dan kembali pulang.

Kantor Pos Nanga Bulik pada hari pertama pembagian BLSM tersebut hanya untuk 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Sematu Jaya dan Kecamatan Bulik dengan jumlah total Rumah Tangga Sasaran (RTS) sebanyak 476 penerima.

“Pembagiannya bergiliran, hari ini jadwal untuk dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bulik dan Kecamatan Sematu Jaya atau sebanyak 476 RTS," kata Kepala Kantor Pos, Komarudin, Senin (8/7).

Dikatakan dia, pada tanggal 9 Juli 2013 akan dilanjutkan pembagian BLSM ke Kecamatan Delang dan tanggal 10 Juli 2013 ke Kecamatan Menthobi Raya dengan Bulik Timur. Dalam melayani pencairan BLSM, kantor Pos Nanga Bulik menyiagakan satu juru bayar, yaitu sebagai petugas verifikasi dan juga pencairan dana BLSM.

"Sistemnya beda dengan penerimaan BLT. Masyarakat penerima cukup datang membawa KPS (Kartu Perlindungan Sosial) dan menunjukkan identitas. Kemudian diverifikasi petugas, jika cocok bisa langsung dapat kupon untuk dicairkan," jelas Komar.

Pada tahap pertama pencairan ini, masing-masing RTS mendapat dana dua bulan. Atau Rp300 ribu, karena per bulan nilai BLSM sebanyak Rp150 ribu.

"Untuk hasil verifikasi pencairan dana BLSM, yang layak maka langsung dibayarkan, jika tidak layak maka harus ada penggantinya," ungkapnya.

Kemudian, untuk pengambilan dana BLSM terakhir sampai tanggal 2 Desember 2013, jika lewat dari tanggal tersebut maka tidak bisa diambil.

"Saya harap masyarakat bisa cepat mengambil dana ini, karena jika tidak diambil maka dana tersebut akan hangus dan akan dikembalikan ke pusat, karena itu uang negara," tandasnya. (bn/P-4)

 

SKPD Harus Kerja Keras Capai Target Pembangunan

Monday, 08 July 2013 20:22

Share

NANGA BULIK, PPOST.COM
Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamandau kembali diingatkan untuk bekerja keras dalam pencapaian target pembangunan tahun 2013.

Read more...

 

Tingkatkan Peran Aktif Masyarakat dalam Pembangunan

Sunday, 07 July 2013 11:44

Share

NANGA BULIK, PPOST

Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di Desa Toka, Kabupaten Lamandau diharapkan dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di desa.

Harapan ini diungkapkan Bupati Lamandau, Marukan, saat meresmikan kegiatan BBGRM tersebut, baru-baru ini di Desa Toka.

"Kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang, dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan menuju pada penguatan integrasi sosial," katanya.

Menurut dia, hal ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk menunjang percepatan pelaksanaan pembangunan di desa, melalui kebersamaan dan semangat gotong royong demi mewujudkan kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Lamandau.

"Saya menaruh perhatian yang sangat besar pada kegiatan ini. Sebab, selain budaya gotong royong yang merupakan ciri khas budaya bangsa kita yang harus tetap dijaga dan dipertahankan, peringatan ini adalah merupakan salah satu kesempatan strategis untuk memperoleh hasil nyata pembangunan di tingkat desa/kelurahan," jelasnya,

Sekaligus, kata Marukan, sebagai wujud dan cerminan dari kesadaran, partisipasi dan peran serta masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Lamandau tahun 2013.

Marukan mengharapkan kepada segenap jajaran pemerintahan, mulai dari SKPD tingkat kabupaten, kecamatan, aparat pemerintahan desa/kelurahan, BPD serta masyarakat agar dapat melaksanakan tugasnya masing-masing.

“Laksanakan tugas sesuai program kegiatan yang telah disepakati dan ditetapkan selama kegiatan BBGRM berlangsung,” demikian Marukan.(Gdi/P-4)

 
 

Lamandau Tunda Pencairan BLSM

Sunday, 07 July 2013 11:31

Share

NANGA BULIK, PPOST

Karut marutnya data penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, membuat pencairan dana tersebut tertunda.

Menurut Bupati Lamandau Marukan, menunda pencairan dana BLSM, lantaran diduga banyak penerimanya yang tidak tepat sasaran.

“Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kekondusifan di daerah. Sebab, jika BLSM diserahkan kepada orang yang tidak berhak atau tidak tepat sasaran maka diprediksi akan menimbulkan kecemburuan sosial, dan yang terparah dapat mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat,” tegas Marukan, Jumat (5/7) kemarin.

Tindakan bupati ini diawali dari protesnya camat dan semua kepala desa dan lurah se Kecamatan Bulik karena data BLSM yang dinilai sebagian besar tidak tepat sasaran.

"Pada tanggal 28 Juni semua camat dan kades se Kecamatan Bulik melakukan rapat di rumah jabatan bupati, yang juga dihadiri oleh kepala Kantor Pos Pangkalan Bun dan Nanga Bulik serta BPS," terang camat Bulik, Atie Dieni.

Berdasarkan rapat tersebut, sesuai kesepakatan pembagian BLSM ditunda dulu hingga selesainya verifikasi yang dilakukan oleh semua desa.

Meskipun kabarnya pihak PT POS sempat menolak usulan tersebut dengan alasan mereka sudah harus mulai menyalurkan BLSM tertanggal 1 Juli.

"Bupati telah memerintahkan camat dan semua kades untuk memverifikasi RTS yang tidak ber hak menerima BLSM dengan mengacu kepada kriteria dari BPS. Selanjutnya mengajukan usul RTS pengganti sesuai dengan mekanisme yang berlaku," jelas Atie.

Hasil verifikasi tersebut juga harus dirembukkan dalam musyawarah desa serta dicantumkan dalam bentuk berita acara hasil musyawarah desa, dan disampaikan kepada kepala kantor pos Nanga Bulik dengan tembusan Bupati Lamandau paling lambat tanggal 8 Juli 2013.

"Berdasarkan informasi, untuk sementara Kecamatan Sematu Jaya KPS nya sudah dibagikan. Begitu pula dengan Desa Bunut dan Sungi Mentawa Kecamatan Bulik, namun pembagian BLSM nya masih ditunda hingga selesai verifikasi," jelasnya.

Meskipun akan ada verifikasi dan perubahan nama penerima BLSM, namun ditegaskan camat bahwa pagu anggaran dan jumlah penerimanya tetap, tidak bertambah ataupun berkurang.

"Setelah diverifikasi, bagi yang sasarannya sudah tepat bisa segera dicairkan. Namun bagi yang tidak tepat sasaran akan diusulkan penggantinya," beber Atie.(Gdi/P-4)

 

Pengurangan Kuota Calon Haji Juga Berdampak di Lamandau

Tuesday, 18 June 2013 12:09

Share

NANGA BULIK, PPOST

Kebijakan pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota calon haji (Calhaj) Indonesia berdampak pada kuota untuk Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Lamandau.

Kementerian Agama telah mengumumkan bahwa kuota calon haji Indonesia tahun 2013 dikurangi sebesar 20 persen atau 42.200 orang.

Sehingga calon haji yang bisa berangkat ke Tanah Suci pada 2013 turun dari 211.000 jamaah menjadi 168.800 jamaah.

Kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut berdasarkan surat Kementerian Haji Arab Saudi pada Kamis, 6 Juni 2013 yang menyebut penyebab pengurangan itu adalah keterlambatan penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram, dan demi menjamin keselamatan jamaah haji.

Kepala Kementerian Agama Lamandau, H Ahmad Yahya mengatakan, pemerintah Arab Saudi tidak hanya mengurangi kuota calon haji provnsi/kabupaten saja, tetapi kuota haji seluruh Indonesia bahkan negara.

Untuk pengirim jamaah haji di dunia, yakni sebesar 20 persen dari kuota dasar sesuai kesepakatan negara Organisasi Konferensi Islam (OKI).

“Keterlambatan rehabilitasi Masjidil Haram berakibat pada berkurangnya kapasitas daya tampung tempat tawaf yang semula dapat menampung jamaah sebanyak 48.000 jamaah per jam jadi tinggal 22.000 jamaah per jam,” paparnya.

Dijelaskannya, dengan adanya kebijakan pemotongan kuota haji ini bisa dikatakan musibah atau cobaan bagi para calon haji karena dengan berangkat haji inilah harapan hidup yang diidam-idamkan bagi umat Islam.

Sedangkan kebijakan tersebut bukan dari Kementerian Agama, tapi ini kebijakan yang diberikan dari pemerintah Arab Saudi. “Dan kita harap kepada semua calon haji tetap bersabar,” imbuhnya.

"Kemudian di Kabupaten Lamandau yang pada tahun sebelumnya calon haji berjumlah 13 orang kini memperoleh kuota hanya 9 orang saja," katanya.

Berdasarkan jumlah daftar tunggu yang sudah mendaftar di Lamandau hampir mencapai 300 orang. Diperkirakan bagi yang mendaftar sekarang, maka 14-15 tahun yang akan datang baru bisa berangkat haji.(Gdi/P-4)

 
 

Page 1 of 6

.
Banner